Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts

Monday, 5 May 2014

Bandara Baru Yogyakarta Direncanakan Dapat Beroperasi 2016

Courtessy of Angkasa Pura Airports
JAKARTA - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) operator bandara di kawasan tengah dan timur Indonesia, Angkasa Pura Airports, sedang membangun bandara baru di Yogyakarta, yang berlokasi di Kabupaten Kulon Progo. Bandara baru tersebut akan menggantikan Bandara Adisutjipto sebagai bandara sipil. Biaya pembangunan bandara baru ini diperkirakan menelan investasi Rp 6 triliun. Bandara baru ini akan dilengkapai fasilitas transportasi kereta bandara layaknya Bandara Kuala Namu di Sumatera Utara.
"Kita hendak membangun bandara baru di Yogyakarta. Kita ingin membangun dalam bentuk city, namun bukan semata city melainkan airport city. Di mana airport tersebut sebagai nucleus atau inti. Kemudian infrastruktur di sekitarnya hidup karena ada intermoda transportasi serta terdapat kereta. Itu yang ingin kita capai," ucap President Director Angkasa Pura Airports Tommy Soetomo. Menurutnya, bandara baru ini rencananya dapat beroperasi tahun 2016.
Bandara baru ini juga akan mendukung Provinsi Yogyakarta sebagai destinasi wisata dari turis domestik dan dunia. Untuk mengembangkan bandara baru ini, Angkasa Pura Airports menggandeng mitra luar negeri. Angkasa Pura Airports mengajak GVK, yang merupakan perusahaan dan operator bandara asal India yang sukses mengelola bandara di Mumbai dan Bangalore. [Maria Ferdinandus/Sumber: Detik.com]
- See more at: http://www.angkasapura1.co.id/detail/berita/quotthe-new-yogyakarta-airportquot#sthash.ubzoSqsD.dpuf

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) operator bandara di kawasan tengah dan timur Indonesia, Angkasa Pura Airports, sedang membangun bandara baru di Yogyakarta, yang berlokasi di Kabupaten Kulon Progo. Bandara baru tersebut akan menggantikan Bandara Adisutjipto sebagai bandara sipil. Biaya pembangunan bandara baru ini diperkirakan menelan investasi Rp 6 triliun. Bandara baru ini akan dilengkapai fasilitas transportasi kereta bandara layaknya Bandara Kuala Namu di Sumatera Utara.

"Kita hendak membangun bandara baru di Yogyakarta. Kita ingin membangun dalam bentuk city, namun bukan semata city melainkan airport city. Di mana airport tersebut sebagai nucleus atau inti. Kemudian infrastruktur di sekitarnya hidup karena ada intermoda transportasi serta terdapat kereta. Itu yang ingin kita capai," ucap President Director Angkasa Pura Airports Tommy Soetomo. Menurutnya, bandara baru ini rencananya dapat beroperasi tahun 2016. 

Bandara baru ini juga akan mendukung Provinsi Yogyakarta sebagai destinasi wisata dari turis domestik dan dunia. Untuk mengembangkan bandara baru ini, Angkasa Pura Airports menggandeng mitra luar negeri. Angkasa Pura Airports mengajak GVK, yang merupakan perusahaan dan operator bandara asal India yang sukses mengelola bandara di Mumbai dan Bangalore. [Maria Ferdinandus/Sumber: Detik.com]
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) operator bandara di kawasan tengah dan timur Indonesia, Angkasa Pura Airports, sedang membangun bandara baru di Yogyakarta, yang berlokasi di Kabupaten Kulon Progo. Bandara baru tersebut akan menggantikan Bandara Adisutjipto sebagai bandara sipil. Biaya pembangunan bandara baru ini diperkirakan menelan investasi Rp 6 triliun. Bandara baru ini akan dilengkapai fasilitas transportasi kereta bandara layaknya Bandara Kuala Namu di Sumatera Utara. - See more at: http://www.angkasapura1.co.id/detail/berita/quotthe-new-yogyakarta-airportquot#sthash.ubzoSqsD.dpuf
JAKARTA - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) operator bandara di kawasan tengah dan timur Indonesia, Angkasa Pura Airports, sedang membangun bandara baru di Yogyakarta, yang berlokasi di Kabupaten Kulon Progo. Bandara baru tersebut akan menggantikan Bandara Adisutjipto sebagai bandara sipil. Biaya pembangunan bandara baru ini diperkirakan menelan investasi Rp 6 triliun. Bandara baru ini akan dilengkapai fasilitas transportasi kereta bandara layaknya Bandara Kuala Namu di Sumatera Utara.
"Kita hendak membangun bandara baru di Yogyakarta. Kita ingin membangun dalam bentuk city, namun bukan semata city melainkan airport city. Di mana airport tersebut sebagai nucleus atau inti. Kemudian infrastruktur di sekitarnya hidup karena ada intermoda transportasi serta terdapat kereta. Itu yang ingin kita capai," ucap President Director Angkasa Pura Airports Tommy Soetomo. Menurutnya, bandara baru ini rencananya dapat beroperasi tahun 2016.
Bandara baru ini juga akan mendukung Provinsi Yogyakarta sebagai destinasi wisata dari turis domestik dan dunia. Untuk mengembangkan bandara baru ini, Angkasa Pura Airports menggandeng mitra luar negeri. Angkasa Pura Airports mengajak GVK, yang merupakan perusahaan dan operator bandara asal India yang sukses mengelola bandara di Mumbai dan Bangalore. [Maria Ferdinandus/Sumber: Detik.com]
- See more at: http://www.angkasapura1.co.id/detail/berita/quotthe-new-yogyakarta-airportquot#sthash.ubzoSqsD.dpuf

Sunday, 27 April 2014

5 Proyek Infrastruktur Terbaik di Indonesia


Meningkatnya kebutuhan dalam pembangunan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi telah mendorong pemerintah Indonesia untuk lebih baik lagi dalam mempersiapkan kerangka kerja untuk menarik investasi dan partisipasi swasta di skala yang terukur dalam berbagai proyek infrastruktur.

Tidak bisa dipungkiri bahwa volume kegiatan ekonomi banyak didorong oleh infrastruktur dan saran transportasi. Bentuk geografi Indonesia yang terdiri lebih dari 17,000 pulau memang memerlukan berbagai macam bentuk pembangunan infrastruktur baik melalui darat, laut dan udara. Selama 1 dekade terakhir saya melihat ada nya komitmen Pemerintah kita untuk terus melakukan perbaikan dan penambahan akses transportasi ke berbagai wilayah di Indonesia.

Berikut adalah daftar 5 terbaik proyek infrastruktur di Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun terakhir:

1. Jalan Kelok 9, Kabupaten 50 kota
Jalan Kelok 9
Jalan Kelok 9 adalah jalan lintas tengah sumatera, yang menghubungkan provinsi Riau dengan provinsi Sumatra Barat. Terletak di kabupaten 50 kota, sekitar 25 kilometer dari kota Payakumbuh ke arah Pekanbaru (Riau). Dinamakan kelok 9, karena jalan ini yang bentuknya berkelok-kelok sebanyak 9 buah kelokan.

Menelan dana tidak kurang dari Rp 312,99 miliar, lintas yang memiliki jalan layang sepanjang 2,5 km yang meliuk-liuk menyusuri dua dinding terjal dengan tiang-tiang beton yang diantara nya menjulang hingga 58 meter ini di resmikan oleh President Susilo Bambang Yudhoyono pada bulan Oktober 2013. Selain menjadi jalur utama trans Sumatera, Jalan Kelok 9 juga rutin menjadi salah satu rute paling menantang dalam etape turnament balap sepeda internasional Tour De Singkarak.

2. Bandara Internasional Kuala Namu, Kabupaten Deli Serdang
Bandara Kuala Namu di Deli Serdang Sumatera Utara resmi beroperasi pada Kamis (25/7/2013) ini. Bandara internasional ini menggantikan lokasi sebelumnya, Bandara Polonia Medan, yang berhenti operasi tepat pukul 00.00 wib pada Rabu (25/7/2013) tadi malam.

Pengalihan bandara kebanggaan Medan ini, sesuai dengan dokumen AIRAC AIP (Aeronautical Information Regulation And Control / Aeronautical Information Publication) Supplement Nomor 03/13 tertanggal 30 Mei 2013. Dokumen yang dirilis Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan tersebut berisi tentang Pengoperasian Bandara Internasional Kuala Namu terkait dengan Wilayah Udara Pelayanan Lalu Lintas Udara dan Prosedur Penerbangan.

Bandara Internasional Kuala Namu bakal menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia, setelah Bandara Soekarno Hatta. Secara kapasitas, daya tampung bandara ini hampir mencapai 10 lipat dari Bandara Polonia.

Jika saat ini Bandara Polonia berdaya tampung 900 ribu pergerakan penumpang per tahun, Kuala Namu mampu melayani hingga 8,1 juta penumpang per tahun melalui pengembangan Tahap I.

Pada pengembangan lanjutan yang telah diprogramkan, Kuala Namu didesain mencapai kapasitas maksimal 22,1 juta pergerakan penumpang per tahun.

Pembangunan bandara baru ini menelan dana Rp 5,8 triliun. Alokasi pembiayaan bersumber dari anggaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 3,3 triliun dan alokasi pembiayaan PT Angkasa Pura II (persero) sebesar Rp 2,5 triliun. - See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/648765/bandara-kuala-namu-resmi-beroperasi-hari-ini#sthash.HYON8qnyBandara Kuala Namu, Deli Serdang, Sumatera Utara, resmi beroperasi Kamis, 25 Juli 2013. Segala aktivitas penerbangan dari Bandara Polonia resmi di pindah ke bandara megah yang memiliki luas terminal 118.000m2 itu. 

Bandar udara dengan luas area keseluruhan 1.365 ha ini menghabiskan alokasi anggaran total sebesar Rp 5,8 triliun (APBN Rp 3,3 triliun dan PT AP2 Rp 2,5 triliun) yang pekerjaannya dilakukan secara bertahap selama 6 tahun. Bandara Kuala Namu memiliki panjang landasan (runway) 3.750 x 60 meter, mampu didarati pesawat berbadan lebar sekelas Boeing tipe B747-400 bahkan ke depannya bandara ini mampu menampung pesawat sekelas Airbus A380.

Selain luas terminal dan design yang megah, Bandara Kuala Namu juga memiliki ARS  (Airport Railink Station). Sebuah sistem kereta api yang menghubungkan Bandara Kuala Namu dengan pusat kota Medan, Ibukota Sumatera Utara yang berjarak sekitar 30km.

Kereta api ini merupakan pertama dan satu-satu nya jaringan kereta api dedicated yang melayani sebuah bandara dengan pusat kota di Indonesia. Sistem ini akan menjadi proyek percontohan pengembangan bandara di Indonesia yang akan dilayani berbagai macam moda transportasi untuk memudahkan pengguna jasa bandara.

3. Jalan Tol Teluk Benoa, Bali
Jalan tol pertama di pulau Bali ini menghubungkan Benoa - Bandara Internasional Ngurah Rai - Nusa Dua ini memiliki panjang 12,7 km. Menghabiskan dana sebesar Rp 2,4 Triliun, proyek ini sukses memiliki gelar jembatan jalan tol terpanjang di Indonesia saat diresmikan berkenaan dengan acara APEC di bulan Oktober 2013.

Jembatan tol ini terdiri atas empat ruas tol dan dari total panjang sekitar 12,7 km, konstruksi tol 10 km berdiri di atas laut dan sekitar 2,7 km di atas tanah darat. Lebar jalan utama tol itu hampir sepanjang 26 meter ditambah 4-5 meter untuk sepeda motor.

 4. Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali

Masih dari pulau dewata Bali dan masih dalam rangka menyambut pagelaran internasional APEC. Angkasa Pura 1 resmi mengoperasikan terminal baru Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali pada bulan September 2013.

Berdiri di atas lahan yang terbatas seluas 285 hektar, namun memiliki ukuran terminal yang cukup besar dan megah, serta dilengkapi dengan teknologi kebandarudaraan yang canggih dan mutakhir. Satu satunya baggage handling system yang menggunakan teknologi HBS (Hold Baggage Screening) dimana bagasi penumpang digerakkan secara elektronis dan mekanis dari sejak check-in hingga mendekati pesawat. Teknologi ini menjadikan minim kontak fisik dari petugas, namun jauh lebih akurat, cepat, efektif, dan efisien. Melalui pengembangan ini, berbagai fasilitas juga mengalami penambahan. Misalnya check-in counter menjadi 96 unit dari yang sebelumnya hanya ada 62 unit. Sedangkan garbarata menjadi 24 unit dari sebelumnya 16 unit.

Saat ini Bandara Internasional Ngurah Rai memiliki kapasitas yang mampu menampung 14 juta penumpang dalam setahun dan merupakan Bandara terbesar kedua setelah Bandara Internasional Soekarno - Hatta, Jakarta yang memiliki kapasitas 22 juta penumpang per tahun.

5. Bandara Internasional Sepinggan, Balikpapan
Bandara Internasional Sepinggan, Balikpapan menjadi proyek infrastruktur kita yang ke lima. Bukan tanpa sebab dikarena kan menurut klaim dari Angkasa Pura 1, bandara ini merupakan bandara pertama di Indonesia yang terintegrasi dengan shopping mall. Tentu ini menjadi pemandangan baru karena bandara yang awalnya memiliki desain rumah adat khas Kalimantan Timur itu, kini disebelahnya didirikan bangunan tinggi sebagai mall yang merupakan bagian terintegrasi dengan bandara.



Desain bandara yang baru ini tentu saja sangat modern dengan konsep futuristic modern eco airport. Untuk pembangunannya, investasi yang dibutuhkan sebesar Rp 2 triliun. Bandara ini memiliki terminal penumpang seluas 110.000 meter persegi dan lahan parkir seluas 77.000 meter persegi. Selain itu, tersedia juga area untuk flyover dan infrastruktur lain, serta dua hanggar, apron dan kargo.


Desain interior bandara ini dilengkapi dengan taman di dalam ruangan. Taman-taman yang sejuk dan cantik itu menghiasi lantai satu dan tiga bandara. Sejak masuk di terminal keberangkatan, para pengunjung dapat menikmati suasana yang cantik ini. Berikutnya para pengunjung dapat menghabiskan waktu tunggu atau transit dengan berbelanja di mall yang tersedia di tiga lantai. Penumpang yang akan naik atau pergi tentu akan diberikan kesempatan melihat-lihat pusat perbelanjaan ini.


Ini adalah fasilitas yang terdapat di Bandara Internasional Sepinggan seperti di lansir oleh Angkasa Pura 1:

- Check in counter 76 buah
- Escalator 46 unit
- Travelator 8 unit
- Lift 12 unit
- Counter pelayanan imigrasi 12 unit
- Gedung pakir 5 lantai dengan kapasitas 2.300 mobil
- Free Wifi
- Boutique mall 25 tenant
- Baggage Handling System ( BHS  ) dengan Hold Baggage Screening ( HBS).
berdiri di atas lahan yang terbatas seluas 285 hektar, namun memiliki ukuran terminal yang cukup besar dan megah, serta dilengkapi dengan teknologi kebandarudaraan yang canggih dan mutakhir. Satu satunya baggage handling system yang menggunakan teknologi HBS (Hold Baggage Screening) dimana bagasi penumpang digerakkan secara elektronis dan mekanis dari sejak check-in hingga mendekati pesawat. Teknologi ini menjadikan minim kontak fisik dari petugas, namun jauh lebih akurat, cepat, efektif, dan efisien. Melalui pengembangan ini, berbagai fasilitas juga mengalami penambahan. Misalnya check-in counter menjadi 96 unit dari yang sebelumnya hanya ada 62 unit. Sedangkan garbarata menjadi 24 unit dari sebelumnya 16 uni - See more at: http://www.angkasapura1.co.id/detail/berita/daya-tampung-bandara-i-gusti-ngurah-rai-menjadi-yang-terbesar-di-indonesia-saat-ini#sthash.mYKVgdKe.dpuf
berdiri di atas lahan yang terbatas seluas 285 hektar, namun memiliki ukuran terminal yang cukup besar dan megah, serta dilengkapi dengan teknologi kebandarudaraan yang canggih dan mutakhir. Satu satunya baggage handling system yang menggunakan teknologi HBS (Hold Baggage Screening) dimana bagasi penumpang digerakkan secara elektronis dan mekanis dari sejak check-in hingga mendekati pesawat. Teknologi ini menjadikan minim kontak fisik dari petugas, namun jauh lebih akurat, cepat, efektif, dan efisien. Melalui pengembangan ini, berbagai fasilitas juga mengalami penambahan. Misalnya check-in counter menjadi 96 unit dari yang sebelumnya hanya ada 62 unit. Sedangkan garbarata menjadi 24 unit dari sebelumnya 16 unit. - See more at: http://www.angkasapura1.co.id/detail/berita/daya-tampung-bandara-i-gusti-ngurah-rai-menjadi-yang-terbesar-di-indonesia-saat-ini#sthash.mYKVgdKe.dpuf
Bandara Kuala Namu di Deli Serdang Sumatera Utara resmi beroperasi pada Kamis (25/7/2013) ini. Bandara internasional ini menggantikan lokasi sebelumnya, Bandara Polonia Medan, yang berhenti operasi tepat pukul 00.00 wib pada Rabu (25/7/2013) tadi malam.

Pengalihan bandara kebanggaan Medan ini, sesuai dengan dokumen AIRAC AIP (Aeronautical Information Regulation And Control / Aeronautical Information Publication) Supplement Nomor 03/13 tertanggal 30 Mei 2013. Dokumen yang dirilis Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan tersebut berisi tentang Pengoperasian Bandara Internasional Kuala Namu terkait dengan Wilayah Udara Pelayanan Lalu Lintas Udara dan Prosedur Penerbangan.

Bandara Internasional Kuala Namu bakal menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia, setelah Bandara Soekarno Hatta. Secara kapasitas, daya tampung bandara ini hampir mencapai 10 lipat dari Bandara Polonia.

Jika saat ini Bandara Polonia berdaya tampung 900 ribu pergerakan penumpang per tahun, Kuala Namu mampu melayani hingga 8,1 juta penumpang per tahun melalui pengembangan Tahap I.

Pada pengembangan lanjutan yang telah diprogramkan, Kuala Namu didesain mencapai kapasitas maksimal 22,1 juta pergerakan penumpang per tahun.

Pembangunan bandara baru ini menelan dana Rp 5,8 triliun. Alokasi pembiayaan bersumber dari anggaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 3,3 triliun dan alokasi pembiayaan PT Angkasa Pura II (persero) sebesar Rp 2,5 triliun. - See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/648765/bandara-kuala-namu-resmi-beroperasi-hari-ini#sthash.HYON8qny.dpuf
Bandara Kuala Namu di Deli Serdang Sumatera Utara resmi beroperasi pada Kamis (25/7/2013) ini. Bandara internasional ini menggantikan lokasi sebelumnya, Bandara Polonia Medan, yang berhenti operasi tepat pukul 00.00 wib pada Rabu (25/7/2013) tadi malam.

Pengalihan bandara kebanggaan Medan ini, sesuai dengan dokumen AIRAC AIP (Aeronautical Information Regulation And Control / Aeronautical Information Publication) Supplement Nomor 03/13 tertanggal 30 Mei 2013. Dokumen yang dirilis Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan tersebut berisi tentang Pengoperasian Bandara Internasional Kuala Namu terkait dengan Wilayah Udara Pelayanan Lalu Lintas Udara dan Prosedur Penerbangan.

Bandara Internasional Kuala Namu bakal menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia, setelah Bandara Soekarno Hatta. Secara kapasitas, daya tampung bandara ini hampir mencapai 10 lipat dari Bandara Polonia.

Jika saat ini Bandara Polonia berdaya tampung 900 ribu pergerakan penumpang per tahun, Kuala Namu mampu melayani hingga 8,1 juta penumpang per tahun melalui pengembangan Tahap I.

Pada pengembangan lanjutan yang telah diprogramkan, Kuala Namu didesain mencapai kapasitas maksimal 22,1 juta pergerakan penumpang per tahun.

Pembangunan bandara baru ini menelan dana Rp 5,8 triliun. Alokasi pembiayaan bersumber dari anggaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 3,3 triliun dan alokasi pembiayaan PT Angkasa Pura II (persero) sebesar Rp 2,5 triliun. - See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/648765/bandara-kuala-namu-resmi-beroperasi-hari-ini#sthash.HYON8qny.dpuf
Bandara Kuala Namu di Deli Serdang Sumatera Utara resmi beroperasi pada Kamis (25/7/2013) ini. Bandara internasional ini menggantikan lokasi sebelumnya, Bandara Polonia Medan, yang berhenti operasi tepat pukul 00.00 wib pada Rabu (25/7/2013) tadi malam.

Pengalihan bandara kebanggaan Medan ini, sesuai dengan dokumen AIRAC AIP (Aeronautical Information Regulation And Control / Aeronautical Information Publication) Supplement Nomor 03/13 tertanggal 30 Mei 2013. Dokumen yang dirilis Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan tersebut berisi tentang Pengoperasian Bandara Internasional Kuala Namu terkait dengan Wilayah Udara Pelayanan Lalu Lintas Udara dan Prosedur Penerbangan.

Bandara Internasional Kuala Namu bakal menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia, setelah Bandara Soekarno Hatta. Secara kapasitas, daya tampung bandara ini hampir mencapai 10 lipat dari Bandara Polonia.

Jika saat ini Bandara Polonia berdaya tampung 900 ribu pergerakan penumpang per tahun, Kuala Namu mampu melayani hingga 8,1 juta penumpang per tahun melalui pengembangan Tahap I.

Pada pengembangan lanjutan yang telah diprogramkan, Kuala Namu didesain mencapai kapasitas maksimal 22,1 juta pergerakan penumpang per tahun.

Pembangunan bandara baru ini menelan dana Rp 5,8 triliun. Alokasi pembiayaan bersumber dari anggaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 3,3 triliun dan alokasi pembiayaan PT Angkasa Pura II (persero) sebesar Rp 2,5 triliun. - See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/648765/bandara-kuala-namu-resmi-beroperasi-hari-ini#sthash.HYON8qny.dpuf

Wednesday, 16 April 2014

Taman Bungkul, Kebanggan Indonesia

Guys, sudah pada denger kan kalau tahun lalu ada sebuah taman di Surabaya, Jawa Timur yang mendapat sebuah penghargaan prestise. Tidak tanggung-tanggung penghargaan ini diberikan bukan dari lembaga lokal atau regional tetapi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kategori yang dimenangkan juga bukan main-main melainkan taman terbaik se-Asia.

Penghargaan membanggakan ini diberikan kepada Walikota Surabaya Tri Rismaharini di Jepang pada tanggal 26 November 2013 lalu. Meski telah memiliki taman kota dengan pengakuan internasional seperti ini, Ibu Risma mengatakan bahwa Pemerintah Kota Surabaya berencana membuat beberapa taman kota lain di Surabaya barat, timur dan utara. Bahkan salah satu taman direncanakan akan dibangun dengan luas 50 hektar.

Dalam sebuah wawancara dengan media lokal Ibu Risma mengaku bangga menerima penghargaan ini atas nama warga kota Surabaya. Well.... Ibu Risma, kami sebagai warga negara Indonesia juga bangga dengan raihan yang dicapai Taman Bungkul di Surabaya :).

Berikut adalah beberapa foto dari Taman Bungkul diambil dari detiktravel